Demi Masa

Demi Masa

  • Demi masa
  • Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
  • Kecuali orang yang beriman dan orang-orang yang yang mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat dan menasehati supaya menetapi kesabaran.(QS. Al ‘Asr : 1-3)

Beberapa hari ini takziah, benar-benar mengingatkan saya, bahwa adakalanya kita tercipta ada batas waktunya, entah kapan itu hanya Allah Swt yang mengetahui.

Sering kali kita lupa akan hakikat kita diciptakan. Kita diciptakan bukan semata-mata untuk memperkaya diri, atau meninggikan jabatan, juga bukan untuk mengejar cinta manusia. Allah Ta’ala lah tujuan hidup yang sebenarnya. Kita diperintahkan hanya untuk beribadah kepada-Nya, bukan yang lain.

“Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku.

 (QS. adz-Dzariyat: 56)

Tapi, kebanyakan dari kita malah senantiasa melupakan-Nya, lebih mengutamakan dunia dan pernak-pernik yang berada di dalamnya. Waktu yang diberikan oleh-Nya, hanya habis dipakai untuk mengejar dunia, hanya sedikit waktu yang kita punya untuk bersama-Nya.

Astagfirullah….

Dunia diibaratkan lautan, semakin kita meminum airnya, maka akan semakin haus lah tenggorokan. Begitulah, ketika dunia yang dikejar, kita tak akan pernah puas untuk terus memburunya.

Kenikmatan dan keindahan yang ditawarkannya, terasa amat menyenangkan. Sehingga, kita lupa dan lalai akan kewajiban kepada Sang Khalik. Tak sedikit dari kita yang lebih memilih terus melakukan pekerjaan dikala adzan sudah berkumandang.

Tak jarang, kita menunda shalat karena lelah yang menjadi alasan. Ya, kita merasa lelah saat dihadapkan dengan kewajiban beribadah kepada-Nya. Namun, kita jarang sekali merasa lelah, ketika kita sedang asik “berlari” mengejar dunia.

Ya Allah semoga saya selalu ingat bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara, tak ada yang harus dikejar mati-matian, karena semua hanyalah titipan-Nya. Semuanya akan ditinggalkan….